Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Karyawan

Habibah Inas Cahyani
Mahasiswa S1 Akuntansi
FE UNISSULA

I. PENDAHULUAN
Pengendalian Intern (internal control) merupakan suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan. Pengendalian Intern didalam sebuah perusahaan sangat penting terutama di perusahaan yang besar, dikarenakan semakin besar perusahaan, maka tingkat kinerja karyawan dalam suatu perusahaan akan semakin tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian intern yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengendalian intern didalam suatu perusahaan dapat mempengaruhi kinerja karyawan, dimana komponen-komponen di setiap pengendalian intern mempunyai hubungan yang sangat penting sehingga perlu diperhatikan oleh suatu perusahaan.

Secara umum pengendalian intern di beberapa perusahaan belum dapat dilaksanakan secara maksimal, dikarenakan oleh beberapa faktor seperti manajemen berpeluang mengesampingkan atau mengabaikan pengendalian intern. Kebijakan atau prosedur dapat diabaikan oleh manajemen untuk tujuan yang sifatnya menguntungkan secara pribadi atau merugikan organisasi, seperti manipulais data/informasi. Karyawan bisa saja menjadi salah satu alasan pengendalian intern belum dapat dilaksanakan secara maksimal, terutama karyawan yang belum dapat mengimplementasikan sistem pengendalian intern tersebut. Adanya penyimpangan-penyimpangan yang ada dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan, karena tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan di perusahaan itu dan juga tidak sesuai dengan tugas dan wewenang yang dijalankannya.

Kualitas manusia sebagai tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap tingkat kemajuan suatu perusahaan, karena mereka mempunyai suatu bakat, keterampilan, tenaga yang sangat dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan tesebut. Tenaga kerja yang berkualitas akan menghasilkan kinerja yang baik untuk perusahaan sesuai dengan target kerjanya. Sumber daya manusia (SDM) juga mempunyai kebutuhan yang ingin dipenuhinya, alasan ini yang dapat menjadikan keinginan para karyawan untuk dapat memotivasi dirinya melakukan sesuatu termasuk untuk melakukan pekerjaan atau bekerja, sehingga kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi.

II. KAJIAN TEORI
1. Pengendalian Intern
Dalam teori akuntansi dan organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern didefinisikan sebagai suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasai.

Sistem pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen kepastian yang layak bahwa perusahaan telah mencapai tujuan dan sasarannya. Tujuan pengendalian intern menurut COSO “Pengendalian Intern adalah sistem, struktur atau proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, manajemen dan karyawan dalam perusahaan yang bertujuan untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan pengendalian tersebut dicapai, meliputi efektifitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dapat tercapai”. Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission (COSO) memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern sebagai berikut :
a. Lingkungan Pengendalian (Control Environment). Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran, pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
b. Penaksiran Risiko (Risk Assesment). Penaksiran risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola.
c. Aktivitas Pengendalian (Control Procedure) Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas.
d. Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya.
e. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication). Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.


Walaupun ada banyak manfaat dari pengendalian intern, tetapi pengendalian intern sendiri tidak lepas dari adanya keterbatasan dan kelemahan. Misalnya (1) pengendalian intern tidak berfungsi karena ada gangguan (breakdown). Hal ini dapat terjadi ketika seseorang salah memahami instruksi atau berbuat keliru akibat kecerobohan, kebingungan, atau kelelahan. Perubahan susunan personil, atau perubahan sistem dan prosedur juga dapat berkontribusi pada terjadinya gangguan. (2) Pengendalian intern tidak efektif karena ada kolusi. Kolusi terjadi manakala ada seseorang bersepakat dengan pihak lain untuk berbuat curang. Misalnya, petugas yang diberi tanggung jawab atas pengendalian penting justru bersekongkol dengan petugas lain, atau dengan pihak luar. Mereka dapat saja melakukan kecurangan sekaligus menutupinya sehingga tidak dapat dideteksi oleh pengendalian intern.


2. Kinerja Karyawan
Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance yang berarti prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang. Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Selain itu kinerja dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional.

Setiap perusahaan tidak terlepas dari yang namanya evaluasi kinerja, dimana kinerja setiap karyawan akan dinilai dalam beberapa periode tertentu. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana karyawan dapat bekerja dan memenuhi standar perusahaan, sehingga ketika ada kesalahan atau penyimpangan bisa dilakukan perbaikan dengan segera. Penilaian kinerja yang bagus tidak hanya dilihat dari hasilnya saja, namun proses karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan juga harus diperhatikan. Penilaian ini umumnya dilakukan setahun sekali untuk melihat kualitas karyawan dalam bekerja. Dan yang paling penting adalah dapat berpikir secara rasional, bukan dengan perasaan. Karena jika menggunakan perasaan penilaian kinerja menjadi tidak efektif. Jangan karena alasan tidak menyukai salah satu karyawannya, padahal karyawan tersebut telah bekerja dengan baik, lalu atasan memberi penilaian yang buruk pada karyawannya tersebut. Itu akan berakibat juga terhadap perusahaan yang dipimpinnya. Serta menjadikan ketidak nyamanan antara atasan dan bawahan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa indikator kinerja karyawan adalah alat yang digunakan untuk mengukur prestasi kerja seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satunya indikator kinerja pegawai yaitu:
a) Kualitas. Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan, biasanya diukur melalui ketepatan, ketelitian, ketrampilan dalam menyelesaian suatu pekerjaan yang dapat bermanfaat bagi kemajuan perusahaan.
b) Kuantitas. Kuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai bekerja dalam satu harinya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai itu masing-masing yang dilakukan dalam suatu waktu sehingga efisiensi dan efektivitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan perusahaan.
c) Pelaksanaan tugas. Pelaksanaan Tugas adalah seberapa jauh karyawan mampu melakukan pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan dengan tujuan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
d) Tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap pekerjaan adalah kesadaran akan kewajiban karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan dan tepat waktu dalam pengerjaannya serta berani memikul resiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya.

Karyawan yang benar-benar loyal tidak hanya sekedar berkomitmen untuk membawa perusahaan ke level sukses. Kesetiaan mereka dapat dilihat dari sudut pandang lain, berikut ciri-ciri karyawan loyal:
1) Berani Mengutarakan Ketidaksetujuan. Setiap perusahaan yang besar dan ingin maju pasti menciptakan suasana diskusi dalam internal-nya. Pemimpin yang hebat pasti ingin karyawannya aktif bertanya, berpendapat, dan berhati-hati dalam bekerja. Bahkan tidak jarang mengijinkan karyawan untuk mengutarakan ketidaksetujuan mereka terhadap hal apapun di lingkup kerja.
2) Bekerja dengan Integritas. Sesungguhnya karyawan loyal dilihat dari seberapa besar dia menunjukkan integritas mereka saat bekerja.
3) Memuji Rekan Kerjanya. Karyawan loyal memberikan pujian dan menghargai rekan kerja lain, terutama ketika itu tidak terkait dengan pekerjaannya, tidak hanya menunjukkan kemampuan interpersonal-nya saja.
4) Mendukung Secara Positif Keputusan Pemimpin. Karyawan yang loyal akan menjalin hubungan yang baik terhadap karyawan lain termasuk dengan atasan. Mereka memberikan masukan dengan bukti bahwa apa yang dilakukan pemimpin salah. Karyawan loyal akan memperlakukan pemimpinnya bukan sebagai musuh, tapi sebagai rekan kerja / tim.
5) Menyukai apa yang dikerjakan. Karyawan yang loyal dapat dilihat ketika dia menunjukkan passion nya saat bekerja. Pekerjaan tidak lagi dianggap sebagai beban, namun justru sebagai hal yang menyenangkan.
Jadi, loyalitas karyawan tidak hanya sekedar dilihat dari lamanya masa kerja, tapi juga dilihat dari peningkatan kinerja. Bagi perusahaan, loyalitas karyawan menjadi jaminan bahwa karyawan siap bekerja secara optimal demi kemajuan perusahaan. Bagi karyawan, loyalitas terhadap perusahaan membuat segala pekerjaan terasa lebih ringan untuk dapat dikerjakan.

Penilaian kinerja pada dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien, karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam organisasi. Penilaian kinerja individu sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, melalui penilaian tersebut maka dapat diketahui kondisi sebenarnya tentang bagaimana kinerja karyawan. Ada 3 macam kriteria yang sering digunakan dalam proses penilaian kinerja karyawan, yaitu:
1) Hasil kerja individu. Jika hasil kerja adalah aspek kerja yang diutamakan pada jabatan tersebut, maka hasil kerja individu dapat dijadikan kriteria penilaian.
2) Perilaku. Perilaku merupakan faktor penentu efektivitas kerja karyawan. Perilaku yang dinilai tidak selalu perilaku yang secara langsung berkaitan dengan produktivitas. Yang penting perilaku tersebut membantu efektivitas kerja organisasi.
3) Traits. Traits adalah karakterisitik individu yang sering tampil dan menggambarkan tingkah laku individu. Traits adalah kriteria penilaian yang paling lemah karena dari ketiga kriteria yang ada. Sifat yang baik atau dapat diharapkan adalah kriteria yang tidak terkait dengan performa kerja. Di dalam interaksi sosial sifat-sifat semacam ini cenderung untuk diperhatikan orang lain, termasuk oleh atasan langsung.

III. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pembahasan yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern berpengaruh terhadapat kinerja karyawan. Artinya semakin baik pelaksanaan pengendalian intern, maka akan semakin baik pula kinerja karyawan. Kenyataan ini sejalan dengan tujuan dari pengendalian intern itu sendiri untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang pencapaian tujuan prusahaan dan mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi, termasuk didalamnya karyawan itu sendiri.

Adapun saran dari pembahasan tersebut antara lain sebagai berikut : (1) Agar pengendalian intern yang yang telah dijalankan dapat dipertahankan, sehingga kinerja karyawan dapat berada pada tingkat yang tinggi dan tujuan dari perusahaan dapat tercapai dengan baik, (2) Apabila terdapat karyawan yang kurang mumpuni di bidangnya, maka dapat diberikan training atau pelatihan agar semakin baik lagi didalam bekerja.

IV. DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia.org. 2020. Pengendalian Intern. URL : https://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern. Diakses tanggal 28 Mei 2020.
Seputarpengetahuan.co.id. 2017. 11 Pengertian Sistem Pengendalian Intern Menurut para Ahli. URL: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-sistem-pengendalian-intern-menurut-para-ahli.html. Diakses tanggal 28 Mei 2020.
Zzzfadhlan.Wordpress.com. 2012. Komponen Pengendalian Intern Coso. URL: https://zzzfadhlan.wordpress.com/2012/11/25/komponen-pengendalian-intern-coso/ Diakses tanggal 28 Mei 2020.
Klikharso.com. 2016. Memahami Keterbatasan Pengendalian. URL: https://www.klikharso.com/2016/03/memahami-keterbatasan-pengendalian.html. Diakses tanggal 28 Mei 2020.
Pelajaran.co.id. 2017. Pengertian Pengendalian Intern Tujuan Komponen dan Unsur Pengendalian Intern Menurut para Ahli. URL: https://www.pelajaran.co.id/2017/13/pengertian-pengendalian-intern-tujuan-komponen-dan-unsur-pengendalian-intern-menurut-para-ahli.html. Diakses tanggal 28 Mei 2020.
Myorangehr.com. Ciri-Ciri Loyalitas Karyawan yang Harus Diketahui Perusahaan. URL: http://www.myorangehr.com/news-events/ciri-ciri-loyalitas-karyawan-yang-harus-diketahui-perusahaan/ Diakses tanggal 28 Mei 2020.
Kajianpustaka.com. 2020. Penilaian Kinerja Pengertian Tujuan Kriteria dan Metode. URL: https://www.kajianpustaka.com/2020/03/penilaian-kinerja-pengertian-tujuan-kriteria-dan-metode.html. Diakses tanggal 28 Mei 2020.
Wikipedia.org. 2020. Kinerja. URL: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kineja. Diakses tanggal 28 Mei 2020.

Linovhr.com. Indikator Penilaian Kinerja Karyawan. URL: https://www.linovhr.com/indikator-penilaian-kinerja-karyawan/ Diakses tanggal 28 Mei 2020.

Perpuskampus.com. Pengertian dan Indikator Kinerja. URL: https://perpuskampus.com/pengertian-dan-indikator-kinerja/ Diakses tanggal 28 Mei 2020.

Diterbitkan oleh habibahinas

Teruslah Berusaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: